RSS

DASAR ELEKTRONIKA I

13 Jul

I. PEMBUATAN FUNCTION GENERATOR

Pada unit ini akan dijelaskan mengenai gambar lengkap sirkit function generator,penyiapan komponen-komponen yang dibutuhkan, praktek uji coba sirkit pada breadboard dan pembuatan PCB function generator. Function generator adalah sebuah sirkit osilator yang menghasilkan dua atau lebih gelombang output berbeda.. Tiga bentuk gelombang dasar dapat dipilih melalui switch. Ketiga bentuk gelombang tersebut adalah: triangle wave; square wave dan ascending sawtooth wave.
.
Gambar. 4.1 Tiga bentuk gelombang

PERALATAN

  1. Komponen-komponen function generator
  2. Breadboard
  3. Kabel telepon secukupnya
  4. DC Power Supply + 9VDC – 1 Set
  5. Osiloskop

LANGKAH KERJA
Siapkanlah komponen-komponen seperti berikut ini :

  1. Tempatkan komponen Q1 (UJT), Transistor Q2 dan Transistor Q3 pada Berad board.
  2. Pasangkan pada Bread board komponen-komponen R3, C1, R6,R4, C2,R9, dan R5.
  3. Kemudian pasangkan komponen-komponen C3, R7, R8, R10, R11, dan C4.
  4. Terakhir, Pasangkanlah komponen R1,+ 9Volt DC, Ground dan kabel untuk output.
  5. Dengan menggunakan kabel telepon, lakukanlah sambungan -sambungan komponen seperti gambar berikut ini :
Gambar 4.2 Rangkaian Function Generator

CARA KERJA RANGKAIAN

Frequency output dikontrol oleh energy cahaya yang kena ke R1 (LDR).Resistor R1 ini ditempatkan paralel dengan Resistor R2.Potensio R9 mengontrol duty cycle dari gelombang segiempat.Ini dikalibrasi dengan trimpot atau potesiometer biasa. Rangkailah komponen-komponen pada breadboard dengan teliti,perlihatkan kepada Instruktor apakah anda telah merangkainya dengan benar dan aman. Bila instruktor telah mengecek rangkaian anda dan anda dipersilahkan untuk melanjutkan ke langkah-langkah selanjutnya, hubungkanlah power supply ke rangkaian breadboard anda. Perhatikanlah Polaritas + dan – Power supply jangan sampai terbalik. Bila langkah-langkah ini telah selesai anda lakukan, hubungkan,output sirkit dengan Osiloskop untuk mengetahui bentuk gelombang yang keluar dari sirkit tersebut bila anda telah melakukan pengukuran-pengukuran dengan osiloskop.

PENGUKURAN

Setelah anda selesai merangkai sirkit function generator pada bread board, lakukanlah pengukuran-pengukuran bentuk gelombang output dengan menggunakan osiloskop.
.

II. PEMBUATAN FLASHING LIGHT

Unit ini dirancang untuk belajar melakukan pembuatan flashing light. Pada unit ini komponen – komponen yang digunakan adalah IC analog. Penyiapan komponen-komponen yang dibutuhkan, praktek merangkai pada breadboard dan uji coba hasil pembuatan serta pengukuran yang harus anda kerjakan. Pada unit ini pula anda akan belajar melakukan pembuatan flashing light melalui pengenalan komponen, merencanakan layout PCB pada kertas tertentu untuk membuat layout PCB single side serta tata letak komponennya. Urutan kerja untuk perakitan flashing Light adalah sebagai berikut :
Setelah anda mempelajari pengenalan simbol-simbol elektronika pada pembelajaran melakukan perakitan function generator pada bagian ini. Agar urutan kerja pembuatan pesawat elektronika mendapatkan hasil yang baik dan profesional maka anda harus mengikuti urutan-urutan kerja sebagai berikut :
  1. Kenalilah jenis dan nama-nama komponen pada sirkit yang akan dibuat.
  2. Lakukan perencanaan pmbuatan layout PCB dengan menggunakan kertas khusus(bergaris horizontal dan vertical)
  3. Buatlah gambar layout PCB pandangan atas (komponen side)
  4. Buatlah gambar layout pandangan bawah (wolder side)
  5. Butir c dan d di gunakan bila anda akan melakukan pembuatan layout PCB pada PCB single side
  6. Bila anda akan membuat layout PCB pada jenis PCB double side maka layout jalur-jalur komponen berada diatas maupun dibawah
  7. Penempatan komponen pada PCB double side hanya dilakukan pada satu side.
  8. Solder kaki-kaki socket IC dan kaki-kaki komponen
  9. Siapkan kabel-kabel sambungan (untuk power supply dan input/output).
  10. Uji coba dan pengukuran besaran -besaran listrik
Seperti telah anda pelajari pada modul tehnik digital terdapat komponen dalam tehnik elektronika ada yang termasuk kelas komponen elektornika analog dan ada yang termasuk kelas komponen elektronika digital.
.

Rangkaian Terintegrasi IC 555

IC 555 adalah satu dari sekian banyak IC pewaktu (timer). Kelompok rangkaian ini dipakai untuk menentukan waktu tunda dengan tepat . Tidak seperti op amp741, alat ini hanya dapat memberikan tegangan output tinggi atau rendah. Karena output dari IC 555 hanya mempunyai dua kondisi yang memungkinkan, maka dia dinamakan alat digital.IC 555 seperti halnya op amp741 mempunyai 8 pin (seperti telihat pada gambar 43). Ada dua cara yang utama untuk memakai IC 555 yaitu sebagai rangkaian monostabil atau sebagai rangkaian astabil. Bentuk IC 555 adalah seperti berikut :
.
Gambar 4.3 Bentuk IC 555
.
Anda harus hati-hati dan yakin menentukan kaki-kaki (pin-pin) IC,lihatlah tanda dot (titik) pada packing IC yang menetukan pin nomor 1 dan pin 2,3 dan seterusnya dengan arah berlawanan jarum jam . Pandangan atas IC555 dan nomor-nomor kaki(pin) adalah seperti gambar berikut ini.
.
Gambar 4.4 Diagram Pin IC 555

Rangkaian Monostabil

Rangkaian monostabil adalah suatu rangkaian yang mana setiap disulut (di-trigger) akan memberikan tegangan output Tinggi untuk suatu waktu yang belum ditentukan sebelumnya, kemudian setelah selang waktu tegangan output rangkaian akan kembali kepada kondisi normal yaitu tegangan rendah. Karenanya, kata “monostabil” berarti rangkaian stabil hanya untuk suatu kondisi sebelumdia di sulut. Rangkaian Monostabil Multivibrator adalah seperti gambar berikut :
Gambar 4.5 Sirkit Monostabil Multivibrator
.
Gambar 4.5 menunjukkan hubungan-hubungan yang harus dibuat supaya IC 555 beroperasi sebagai rangkaian monostabil. Waktu saklar S1 ditutup dengan cepat,maka pin 2 dari IC terhubung pada jalur pencatu daya,akibatnya tegangan output ( pin 3) naik pada suatu nilai yang dekat dengan nilai pencatu daya. Lamanya waktu output berada dalam kondisi tinggi ditentukan oleh besarnya nilai kapasitor C1 dan resistor R1.
Gambar 4.6 Pulsa output MMV
.
Lebar pulsa adalah suatu selang waktu pada saat tegangan output tinggi. Untuk rangkaian yang diperlihatkan pada gambar 46, lebar pulsa T diberikan oleh persamaan :
T = R1 x C1 detik, dengan R1 diukur dalam Ohm dan C1 dalam Farad. Contoh, misalkan C1 = 100 F dan R1 = 1 M. Nilai-nilai ini memberikan hasil :
.
T = 1 x 106 x 100 x 106 = 100 detik
.
Maka bila saklar S1 ditutup dengan tiba-tiba tegangan output (pin 3) berada dalam kondisi tinggi selama 100 detik kemudian turun ke o V lagi. Keadaan ini tetap berlangsung sampai rangkaian disulut dengan menutup S1 lagi.

Rangkaian Astabil

Rangkaian astabil adalah tipe osilator elektronik yang menghasilkan tegangan output yang secara terus-menerus dan otomatis di-switch dari kondisi Tinggi ke Rendah kemudian dari Rendah Ke Tinggi dan seterusnya .Karena tegangan output tidak stabil yaitu dalam salah satu kondisi Tinggi atau Rendah, maka tipe dari rangkaian ini dinamakan “astabil”.Gambar 4.7 menunjukkan hubungan -hubungan yang harus dibuat pada IC 555 supaya beroperasi sebagai rangkaian astabil.Tegangan output pada Pin 3 adalah suatu gelombang segiempat . Waktu Tinggi adalah suatu pulsa dengan lebar t1 detik dan waktu Rendah adalah suatu pulsa dengan lebar t2 detik.
Gambar 4.7 Sirkit Astabil Multivibrator
.
Sekarang nilai tiga komponen menetukan waktu-waktu ini .Nilai-nilai itu adalah R1,R2, dan C1. Waktu Tinggi t1 diberikan persamaan :
.
t1 = (R1 + R2) C1 secara pendekatan
.

Waktu Rendah t2 diberikan persamaan :

.

t2 = R2C1 secara pendekatan
.
Kedua waktu tersebut diukur dalam detik,R1 diukur dalm ohm ,dan C1 diukur dalam farad. sebagai contoh, misalkan R1 = 50 Kohm dan C1 = 10 mikro F.

Maka t1
= (100 x 103 + 50 x 103 ) x 10 x 10-6
= 150 x 103 x 10 x 10-6
= 1500 x 10-3
= 1.5 detik

dan t2

= 50 x 103 x 10 x 10-6
= 500 x 10-3
= 0.5 detik

Dengan demikian, waktu Tinggi (pada saat tegangan output positif) adalah sekitar 1,5 detik dan waktu Rendah (pada saat tegangan output mendekati nol) adalah sekitar 0,5 detik. Jelasnya, waktu dimulainya suatu pulsa Tinngiberikutnya adalah (t1 + t2 ) detik. Waktu ini dikenal sebagai waktu periodik(T) dari gelombang segi empat.
T = t1 + t2 = 1.5 + 0.5 = 2 detik

Banyaknya pulsa Tinggi dalam satu detik dikenal sebagai frekuensi(f ) geolmbang segi empat.

f = 1/T = 1 / (t1 + t2) = 1/2 = 0,5 Hz.
.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Kotsuhito Ogata, Teknik Kontrol Automatik ( terjemahan : Edi Laksono). Jakarta : PT
  2. Penerbit Erlangga, 1996
  3. Delton T. Horn, Home Remote Control and Automation Projects, Tab Books, Mc Graw-Hill USA, 1986
  4. Louis E. Frenzel, Jr., Communication Electronics, Glencoe, Macmillan/McGraw-Hill, New York, 1992
  5. New Step Toyota Astra Motor, PT. Toyota Astra Motor, Jakarta 1995
  6. Daryanto, Drs. Dasar-dasar Tehnik Mobil, Bumi Aksara, Jakarta 1995
  7. Otim, Drs. Dasar-dasar Otomotif, Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Bandung
  8. Buntarto, Drs. Cara Pemeriksaan,penyetelan dan Perawatan Kelistrikan Mobil, Yogyakarta, 1993.
  9. Yayat Supriatna, Sumarsono, Listrik Otomotif, Angkasa, Bandung 1994.
  10. Tobey. G.E., Graeme.J.G.,Huelman.L.P., Operation Amplifiers Design and Applications, Singapore : McGraw-Hill,1981.
 
Leave a comment

Posted by on July 13, 2011 in MATERI PELAJARAN

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: