RSS

Category Archives: MATERI PELAJARAN

Kategori mata pelajaran memuat semua materi-materi yang berhubungan dengan semua mata pelajaran yang dapat dipergunakan oleh siswa atau guru.

DASAR ELEKTRONIKA II

URAIAN MATERI

Untuk memahami alat ukur osiloskop, maka anda terlebih dahulu harus sudah faham dan mahir menggunakan multimeter analog dan digital.Multimeter pada prinsipnya adalah sebuah alat ukur untuk digunakan untuk pengukuran –pengukuran :

Tegangan arus bolak-balik

  1. Tegangan arus searah
  2. Resistansi
  3. Arus listrik DC dan AC
Untuk melanjutkan mempelajari osiloskop, prasyarat awal yang harus anda penuhi adalah menggunakan multimeter analog dan digital. Setelah anda dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban benar seratus persen, anda diperbolehkan meneruskan pembelajaran tentang osiloskop.
  1. Apa perbedaan multimeter analog dan digital
  2. Jelaskan cara menggunakan multimeter analog
  3. Jelaskan cara menggunakan multimeter digital
  4. Apa saja yang harus anda perhatikan untuk melakukan pengukuran tegangan arus bolak-balik. Jelaskan cara melakukan pengukuran tegangan dc

PENGERTIAN OSILOSKOP

Sebuah osiloskop adalah sebuah peralatan uji yang digunakan untuk melihat suatu gambar sinyal listrik. Secara sederhana osiloskop dapat menunjukkan bentuk dari suatu sinyal listrik dan sinyal listrik ini dinamakan dengan bentuk gelombang sinyal. Osiloskop memiliki sebuah layar serupa dengan sebuah layar televisi dan hanya jauh lebih kecil. Osiloskop tersebut menampilkan suatu garis yang terang yang menunjukkan perubahan-perubahan tegangan untuk perioda waktu garis yang terletak pada layar. Contoh-contoh tipe tampilan ini terlihat pada setiap televisi rumah sakit yang digunakan untuk menunjukkan aktivitas denyut jantung. Layar osiloskop memiliki suatu garis-garis kisi horizontal dan vertical yang diberi spasi 1 cm dan garis kisi-kisi ini mengizinkan kepada kita untuk melakukan pembacaan tegangan dan waktu. Garis-garis tersebut dinamakan garis-garis graticule. Read the rest of this entry »
 
Leave a comment

Posted by on July 13, 2011 in MATERI PELAJARAN

 

DASAR ELEKTRONIKA I

I. PEMBUATAN FUNCTION GENERATOR

Pada unit ini akan dijelaskan mengenai gambar lengkap sirkit function generator,penyiapan komponen-komponen yang dibutuhkan, praktek uji coba sirkit pada breadboard dan pembuatan PCB function generator. Function generator adalah sebuah sirkit osilator yang menghasilkan dua atau lebih gelombang output berbeda.. Tiga bentuk gelombang dasar dapat dipilih melalui switch. Ketiga bentuk gelombang tersebut adalah: triangle wave; square wave dan ascending sawtooth wave.
.
Gambar. 4.1 Tiga bentuk gelombang

PERALATAN

  1. Komponen-komponen function generator
  2. Breadboard
  3. Kabel telepon secukupnya
  4. DC Power Supply + 9VDC – 1 Set
  5. Osiloskop

LANGKAH KERJA
Siapkanlah komponen-komponen seperti berikut ini : Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on July 13, 2011 in MATERI PELAJARAN

 

THERMAL OVERLOAD RELAY (TOR)

Sebelum mempelajari lebih dalam mengenai Time Delay Relay (Timer), Thermal Over Load Relay (Tripper Over Load), Relay Contactor (Relay), dan Magnetic Contactor (Kontaktor), Sebaiknya kita mempelajari sistem kerjanya terlebih dahulu. agar mampu memahami suatu fungsi rangkaian kerja otomatis.

Gambar 1 : Thermal Over Load
.
Thermal relay atau overload relay adalah peralatan switching yang peka terhadap suhu dan akan membuka atau menutup kontaktor pada saat suhu yang terjadi melebihi batas yang ditentukan atau peralatan kontrol listrik yang berfungsi untuk memutuskan jaringan listrik jika terjadi beban lebih. Read the rest of this entry »
 
Leave a comment

Posted by on July 11, 2011 in MATERI PELAJARAN

 

KONTAKTOR MAGNETIK / MAGNETIC CONTACTOR (MC)

Magnetic Contactor (MC) adalah sebuah komponen yang berfungsi sebagai penghubung/kontak dengan kapasitas yang besar dengan menggunakan daya minimal. Dapat dibayangkan MC adalah relay dengan kapasitas yang besat. Umumnya MC terdiri dari 3 pole kontak utama dan kontak bantu (aux. contact). Untuk menghubungkan kontak utama hanya dengan cara memberikan tegangan pada koil MC sesuai spesifikasinya.Komponen utama sebuah MC adalah koil dan kontak utama. Koil dipergunakan untuk menghasilkan medan magnet yang akan menarik kontak utama sehingga terhubung pada masing masing pole.Magnetic Contactor atau Kontaktor AC, perangkat pengendalian otomatis, sangat cocok untuk menggunakan di sirkuit sampai tegangan maksimal 690v 50Hz atau 60Hz dan arus sampai 780A dari 6A dalam penggunaannya kontaktor dengan struktur lebih simple / kompak, ukuran kecil dan ringan, secara luas diaplikasikan dalam rangkaian pengendalian, terutama mengendalikan motor atau perangkat listrik lainnya.Untuk aplikasi yang lebih, MC mempunyai beberapa accessories. Dan yang paling banyak dipergunakan adalah kontak bantu. Jika kontak bantu yang telah tersedia kurang bisa dilakukan penambahan di samping atau depan. Pneumatic Timer juga sering dipakai dalam wiring sebuah system, misalnya pada Star Delta Starter.
.

Prinsip Kerja

Sebuah kontaktor terdiri dari koil, beberapa kontak Normally Open ( NO ) dan beberapa Normally Close ( NC ). Pada saat satu kontaktor normal, NO akan membuka dan pada saat kontaktor bekerja, NO akan menutup. Sedangkan kontak NC sebaliknya yaitu ketika dalam keadaan normal kontak NC akan menutup dan dalam keadaan bekerja kontak NC akan membuka. Koil adalah lilitan yang apabila diberi tegangan akan terjadi magnetisasi dan menarik kontak-kontaknya sehingga terjadi perubahan atau bekerja. Kontaktor yang dioperasikan secara elektromagnetis adalah salah satu mekanisme yang paling bermanfaat yang pernah dirancang untuk penutupan dan pembukaan rangkaian listrik maka gambar prinsip kerja kontaktor magnet dapat dilihat pada gambar berikut : Read the rest of this entry »
 
Leave a comment

Posted by on July 11, 2011 in MATERI PELAJARAN

 

MOTOR LISTRIK

Motor listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya, memutar impeller pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dll. Motor listrik digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik, fan angin) dan di industri. Motor listrik kadangkala disebut House Power. 70% lebih motor listrik digunakan sebagai di industry sebagai penggerak mesin listrik.Dalam memahami sebuah motor, penting untuk mengerti apa yang dimaksud dengan beban motor. Beban mengacu pada keluaran tenaga putar/ torque sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Beban umumnya dapat dikategorikan kedalam tiga kelompok (BEE India, 2004):

.
  1. Beban torque konstan adalah beban dimana permintaan keluaran energinya bervariasi dengan kecepatan operasinya namun torque nya tidak bervariasi. Contoh beban dengan torque konstan adalah conveyors, rotary kilns, dan pompa displacement konstan.
  2. Beban dengan variabel torque adalah beban dengan torque yang bervariasi dengan kecepatan operasi. Contoh beban dengan variabel torque adalah pompa sentrifugal dan fan (torque bervariasi sebagai kwadrat kecepatan).
  3. Beban dengan energi konstan adalah beban dengan permintaan torque yang berubah dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh untuk beban dengan daya konstan adalah peralatan-peralatan mesin. Read the rest of this entry »
 
Leave a comment

Posted by on April 2, 2009 in MATERI PELAJARAN

 

PRINSIP KERJA DAN JENIS-JENIS MOTOR DC

Tujuan
Setelah mempelajari unit ini, diharapkan anda mampu :

  1. Menjelaskan prinsip kerja motor DC
  2. Menentukan pengaruh dan harga ggl lawan yang dihasilkan motor DC
  3. Menjelaskan terbangkitnya torsi pada motor DC
  4. Menyebutkan beberapa pengaruh reaksi jangkar pada motor DC
  5. Menggambarkan diagram rangkaian jenis-jenis motor DC
  6. Menggambarkan diagram ekivalen tiap jenis motor DC.

Kemampuan Awal
Sebelum mempelajari unit ini anda harus sudah memiliki pengetahuan tentang :

  1. Prinsip arus searah
  2. Pengukuran listrik
  3. Unit 1dan unit 2 dari modul ini.

Persyaratan Lulus
Untuk lulus dari unit ini anda harus telah menyelesaikan seluruh latihan dengan benar dan telah mengerjakan test dengan skor minimal 70.

PRINSIP KERJA DAN JENIS-JENIS MOTOR DC

Kerja motor

Jika penghantar yang dialiri arus listrik ditempatkan di dalam medan magnit akan menimbulkan gaya pada tiap sisi-sisi penghantar. Hal ini menyebabkan putaran dan dikenal sebagai aksi/kerja motor.

Sistem Kerja Motor

Hubungan yang terdapat antara arus pada penghantar, medan magnit dan arah gaya ditentukan dengan menggunakan peraturan tangan kiri Flemming. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 26, 2009 in MATERI PELAJARAN

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.