RSS

KRITIK dan SARAN

 
Leave a comment

Posted by on August 13, 2011 in LEPAS

 

DASAR ELEKTRONIKA II

URAIAN MATERI

Untuk memahami alat ukur osiloskop, maka anda terlebih dahulu harus sudah faham dan mahir menggunakan multimeter analog dan digital.Multimeter pada prinsipnya adalah sebuah alat ukur untuk digunakan untuk pengukuran –pengukuran :

Tegangan arus bolak-balik

  1. Tegangan arus searah
  2. Resistansi
  3. Arus listrik DC dan AC
Untuk melanjutkan mempelajari osiloskop, prasyarat awal yang harus anda penuhi adalah menggunakan multimeter analog dan digital. Setelah anda dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban benar seratus persen, anda diperbolehkan meneruskan pembelajaran tentang osiloskop.
  1. Apa perbedaan multimeter analog dan digital
  2. Jelaskan cara menggunakan multimeter analog
  3. Jelaskan cara menggunakan multimeter digital
  4. Apa saja yang harus anda perhatikan untuk melakukan pengukuran tegangan arus bolak-balik. Jelaskan cara melakukan pengukuran tegangan dc

PENGERTIAN OSILOSKOP

Sebuah osiloskop adalah sebuah peralatan uji yang digunakan untuk melihat suatu gambar sinyal listrik. Secara sederhana osiloskop dapat menunjukkan bentuk dari suatu sinyal listrik dan sinyal listrik ini dinamakan dengan bentuk gelombang sinyal. Osiloskop memiliki sebuah layar serupa dengan sebuah layar televisi dan hanya jauh lebih kecil. Osiloskop tersebut menampilkan suatu garis yang terang yang menunjukkan perubahan-perubahan tegangan untuk perioda waktu garis yang terletak pada layar. Contoh-contoh tipe tampilan ini terlihat pada setiap televisi rumah sakit yang digunakan untuk menunjukkan aktivitas denyut jantung. Layar osiloskop memiliki suatu garis-garis kisi horizontal dan vertical yang diberi spasi 1 cm dan garis kisi-kisi ini mengizinkan kepada kita untuk melakukan pembacaan tegangan dan waktu. Garis-garis tersebut dinamakan garis-garis graticule. Read the rest of this entry »
 
Leave a comment

Posted by on July 13, 2011 in MATERI PELAJARAN

 

DASAR ELEKTRONIKA I

I. PEMBUATAN FUNCTION GENERATOR

Pada unit ini akan dijelaskan mengenai gambar lengkap sirkit function generator,penyiapan komponen-komponen yang dibutuhkan, praktek uji coba sirkit pada breadboard dan pembuatan PCB function generator. Function generator adalah sebuah sirkit osilator yang menghasilkan dua atau lebih gelombang output berbeda.. Tiga bentuk gelombang dasar dapat dipilih melalui switch. Ketiga bentuk gelombang tersebut adalah: triangle wave; square wave dan ascending sawtooth wave.
.
Gambar. 4.1 Tiga bentuk gelombang

PERALATAN

  1. Komponen-komponen function generator
  2. Breadboard
  3. Kabel telepon secukupnya
  4. DC Power Supply + 9VDC – 1 Set
  5. Osiloskop

LANGKAH KERJA
Siapkanlah komponen-komponen seperti berikut ini : Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on July 13, 2011 in MATERI PELAJARAN

 

LATIHAN 4 DASAR ELEKTRONIKA

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan tepat !

LATIHAN – 1

  1. Jelaskan apa yang terjadi dengan bentuk gelombang output bila R9 diputar-putar !
  2. Lakukanlah pembuatan Function Generator pada PCB.

Petunjuk :

  • Siapkan kertas millimeter, pensil dan penghapus
  • Buat jalur-jalur PCB menurut gambar sirkit
  • Gunakan kertas karbon untuk membuat jalur PCB pandangan bawah
  • Ukuran komponen pada kertas sama dengan ukuran komponen sesungguhnya
  • Gunakan kertas karbon untuk menggambar layout PCB pandangan bawah pada PCB.
  • Etching, perakitan, pengkabelan, dan ujicoba.

LATIHAN – 2

  1. Komponen yang memiliki tanda panah dua arah keatas adalah…………………………
  2. IC 555 jumlah kakinya adalah 8. Di hubungkan kemana kaki nomor 5 ?………………………
  3. Resistor sebelah kiri atas nilainya adalah 100 K. Apakah arti K disini?
  4. Resistor sebelah kiri bawah nilainya adalah 1K. Berapakah Ohm kah 1 K Ohm ?
  5. Capasitor Sebelah kiri nilainya adalah 100F. Apakah artinya  ? Read the rest of this entry »
 
Leave a comment

Posted by on July 13, 2011 in EVALUASI

 

EVALUASI DASAR ELEKTRONIKA

Untuk mengunduh evaluasi silahkah “klik di sini

 
Leave a comment

Posted by on July 11, 2011 in EVALUASI

 

THERMAL OVERLOAD RELAY (TOR)

Sebelum mempelajari lebih dalam mengenai Time Delay Relay (Timer), Thermal Over Load Relay (Tripper Over Load), Relay Contactor (Relay), dan Magnetic Contactor (Kontaktor), Sebaiknya kita mempelajari sistem kerjanya terlebih dahulu. agar mampu memahami suatu fungsi rangkaian kerja otomatis.

Gambar 1 : Thermal Over Load
.
Thermal relay atau overload relay adalah peralatan switching yang peka terhadap suhu dan akan membuka atau menutup kontaktor pada saat suhu yang terjadi melebihi batas yang ditentukan atau peralatan kontrol listrik yang berfungsi untuk memutuskan jaringan listrik jika terjadi beban lebih. Read the rest of this entry »
 
Leave a comment

Posted by on July 11, 2011 in MATERI PELAJARAN

 

KONTAKTOR MAGNETIK / MAGNETIC CONTACTOR (MC)

Magnetic Contactor (MC) adalah sebuah komponen yang berfungsi sebagai penghubung/kontak dengan kapasitas yang besar dengan menggunakan daya minimal. Dapat dibayangkan MC adalah relay dengan kapasitas yang besat. Umumnya MC terdiri dari 3 pole kontak utama dan kontak bantu (aux. contact). Untuk menghubungkan kontak utama hanya dengan cara memberikan tegangan pada koil MC sesuai spesifikasinya.Komponen utama sebuah MC adalah koil dan kontak utama. Koil dipergunakan untuk menghasilkan medan magnet yang akan menarik kontak utama sehingga terhubung pada masing masing pole.Magnetic Contactor atau Kontaktor AC, perangkat pengendalian otomatis, sangat cocok untuk menggunakan di sirkuit sampai tegangan maksimal 690v 50Hz atau 60Hz dan arus sampai 780A dari 6A dalam penggunaannya kontaktor dengan struktur lebih simple / kompak, ukuran kecil dan ringan, secara luas diaplikasikan dalam rangkaian pengendalian, terutama mengendalikan motor atau perangkat listrik lainnya.Untuk aplikasi yang lebih, MC mempunyai beberapa accessories. Dan yang paling banyak dipergunakan adalah kontak bantu. Jika kontak bantu yang telah tersedia kurang bisa dilakukan penambahan di samping atau depan. Pneumatic Timer juga sering dipakai dalam wiring sebuah system, misalnya pada Star Delta Starter.
.

Prinsip Kerja

Sebuah kontaktor terdiri dari koil, beberapa kontak Normally Open ( NO ) dan beberapa Normally Close ( NC ). Pada saat satu kontaktor normal, NO akan membuka dan pada saat kontaktor bekerja, NO akan menutup. Sedangkan kontak NC sebaliknya yaitu ketika dalam keadaan normal kontak NC akan menutup dan dalam keadaan bekerja kontak NC akan membuka. Koil adalah lilitan yang apabila diberi tegangan akan terjadi magnetisasi dan menarik kontak-kontaknya sehingga terjadi perubahan atau bekerja. Kontaktor yang dioperasikan secara elektromagnetis adalah salah satu mekanisme yang paling bermanfaat yang pernah dirancang untuk penutupan dan pembukaan rangkaian listrik maka gambar prinsip kerja kontaktor magnet dapat dilihat pada gambar berikut : Read the rest of this entry »
 
Leave a comment

Posted by on July 11, 2011 in MATERI PELAJARAN

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.